Suku bunga acuan turun, analis: Saham properti dan perbankan bisa maka pilihan

0
332

KONTAN. CO. ID –┬áJAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 dasar point (bps) menjadi 3, 5%. Dengan begitu, suku bunga referensi ini berada di level terendah sepanjang sejarah, setelah pada bulan November 2020 lalu juga mengecap rekor terendah di level 3, 75%.

Kepala Riset FAC Sekuritas Indonesia Wisnu Prambudi Wibowo menilai, ada dua sektor saham yang paling menarik dijadikan lahan investasi di era suku bunga rendah ini. Dua zona saham tersebut adalah properti & perbankan.

Sektor properti diuntungkan karena suku bunga yang nista berpeluang meningkatkan penjualan properti. Terlebih lagi, Bank Indonesia juga menyerahkan relaksasi kredit berupa down payment (DP) 0% untuk semua jenis kekayaan, seperti rumah tapak, rumah lapis, serta ruko/rukan.

Baca Juga: IHSG naik tipis 0, 15% dalam sepekan, berikut sentimen yang mewarnai pasar saham

Ia menilai, kebijakan BI tersebut sangat fundamental dan bisa menjadi pendorong kenaikan saham properti dalam jangka pendek hingga membuang. Akan tetapi, ia masih meragukan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan relaksasi tersebut.

“Pekerjaan vila berikutnya tinggal daya beli kelompok pulih atau tidak. Kalau masyarakat memang punya buying power , maka sektor properti akan lari lebih cepat teristimewa, ” ungkap Wisnu saat dihubungi Kontan. co. id, Jumat (19/2).

Menurut Wisnu, era ini masyarakat masih lebih menunjuk untuk menyimpan dananya sebagai metode berjaga-jaga dibanding membelanjakannya. Mengingat, situasi ekonomi belum benar-benar pulih ditambah pandemi Covid-19 yang masih terus-menerus.

Selanjutnya, menurut Wisnu, era suku bunga rendah juga akan berefek positif ke daerah perbankan. Pasalnya, penyaluran kredit sebab bank berpotensi meningkat sehingga tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bisa ditekan.

Baca Juga: IHSG menguat tipis 0, 15% sepekan hingga Jumat (19/2)

Akan tetapi, dengan valuasi, Wisnu menilai saham-saham perbankan sudah tergolong mahal mengingat adanya penurunan kinerja pada tahun 2020. Oleh karena itu, ia bertambah menyukai saham properti, sebab harganya masih terbilang murah.

Menurut dia, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) tergolong menarik. Pasalnya, price to book value (PBV) ketiga emiten ini masih di kisaran 0, 5 kali-1 kali sehingga masih berkecukupan di bawah harga wajarnya.

Editor: Tendi Mahadi