Likuiditas perekonomian turun, ini kata ekonom LPEM FEB UI

0
294

Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam makna luas (M2) pada Januari 2021 melambat dari bulan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) menyimpan, M2 pada bulan Januari 2021 sebesar Rp 6. 761, 0 triliun, atau lebih rendah daripada bulan Desember 2020 yang sebesar Rp 6. 900, 0 triliun.

Bila dipandang dari pertumbuhan M2 pada bulan Januari 2021 yang sebesar 11, 8% yoy, ini juga melambat dari pertumbuhan 12, 4% yoy pada bulan Desember 2020.

Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, penurunan likuiditas perekonomian ini perlu diwaspadai. Karena, kemerosotan likuiditas ini menunjukkan permintaan klub yang belum meningkat dan ekspektasi masyarakat terhadap ekonomi ke pendahuluan yang juga belum pulih.

“Memang ini kembali sedang ke isu demand . Bahwa masalah demand kredit belum meningkat dan demand untuk konsumsi umum belum juga meningkat, ” ujar Riefky kepada Kontan. co. id, Selasa (23/2).

Tidak hanya itu, Riefky juga mengingatkan ini merupakan hal yang menetapkan diwaspadai oleh perbankan. Karena, masa M2 tidak naik, maka likuiditas yang ada tertahan di perbankan.

Membaca Juga: Likuiditas perekonomian (M2) melambat, ini dia faktor pendukungnya

Padahal, yang tertahan ini merupakan cost buat perbankan. Apalagi, model bisnis perbankan adalah menghasilkan keuntungan dengan menyalurkan kredit.

“Jadi, perbankan tertekan dari dua sisi. Di satu sisi deposit terus menyusun, tabungan masyarakat meningkat, tetapi jadi biaya untuk perbankan dan deposit tidak bisa disalurkan menjadi pengaruh, ” jelas Riefky.

Lalu ke depannya, untuk meningkatkan likuiditas perekonomian, perlu adanya perlengkapan yang tepat terutama untuk membakar daya beli masyarakat sehingga ini bisa menggenjot permintaan.

Selama pandemi ini memang suruhan masyarakat masih tertekan dan menopang daya beli masyarakat mengandalkan sejak uluran tangan pemerintah. Namun, diharapkan dengan adanya program vaksinasi dan stimulus fiskal yang tetap mengendap di tahun ini, mampu memajukan daya beli masyarakat.

Dengan asumsi tersebut, Riefky optimistis permintaan akan meningkat, dan itu akan memberikan efek ke peningkatan likuiditas perekonomian juga ke kondisi pertumbuhan yang lebih baik.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menaikkan semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas menggubris Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.