Total investor pemula layanan Invest di OVO meningkat had 250 ribu pengguna

0
243

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Baru diluncurkan akhir Januari lalu, pemakai layanan investasi di penggunaan OVO sudah menembus nilai 250 ribu orang. Ini karena beberapa di antara mereka mulai melek investasi untuk mempersiapkan masa pendahuluan dan juga melihat efek yang diakibatkan oleh pandemi.

OVO bergabung Bareksa baru saja menyingkirkan produk reksadana pasar uang Manulife OVO Bareksa Likuid atau dikenal MOBLI dengan dikelola oleh Manulife Aktiva Manajemen Indonesia pada mula tahun ini. Fitur tersebut dapat diakses di penerapan OVO dengan hanya bermodalkan minimal Rp 10. 000.

Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit mengungkapkan bahwa pihaknya gembira karena performa MOBLI menunjukkan pertumbuhan dengan menembus jumlah pemakai 250 ribu orang. Ia menyebutkan kebanyakan dari investor MOBLI merupakan anak muda yang berada di leler rata-rata 26 tahun.

“Kebanyakan dari investor yang menggunakan fitur Invest di aplikasi OVO dan mengambil MOBLI adalah para investor pemula dan muda secara usia rata-rata 26 tarikh, dimana kriteria utama itu dalam berinvestasi adalah sebab risikonya yang rendah & dana dikelola oleh eksekutif investasi yang terkemuka mengikuti handal, ” ungkap Harumi seperti dikutip dari petunjuk pers, Kamis (1/4).

Menyuarakan Juga: OVO dorong pelaku UMKM masuk pasar digital

Harumi juga menjelaskan bahwa produk reksadana kekayaan MOBLI memang dapat menjadi pilihan yang tepat untuk investor pemula. Bukan tanpa alasan, produk reksadana uang yang memiliki risiko lebih rendah.

Pakar Keuangan Dani Rachmat pula sependapat bahwa produk reksadana uang sangat sesuai dengan investor pemula yang lebih memilih risiko yang sedikit. Namun, ia tetap menghimbau agar investor bisa pendirian profil risiko mereka masing-masing karena itu penting untuk menjadi panduan menentukan portofolio investasi ke depannya.

“Investasi itu membangun hitungan dari untung serta rugi. Profil risiko istimewa untuk mengetahui bagaimana perasaan kita saat berinvestasi mampu senang karena bisa kulak di harga yang lebih murah atau takut sebab investasinya malah turun, ” jelas Dani.

Baca Juga: Dukung pembalasan digital, regulator dan bank kebut pengembangan digital banking

Selain itu, Dani juga mengingatkan agar para investor tetap berhati-hati dalam memilih direktur investasi. Menurutnya, penting untuk investor untuk mengecek riwayat manajer investasi, berapa sokongan yang mereka kelola serta perkembangan NAB dan kemampuan secara historis.

“Risiko dan keuntungan itu berjalan beriringan. Beberapa trik analisa risiko bagi pemula dari saya antara lain ketahui profil risiko, tentukan horizon investasi, pergunakan jasa profesional dan pilih buatan yang sesuai, ” pungkas Dani.

Baca Juga: Prospek cerah, kambut digital ramai-ramai tambah fitur baru

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Kamu akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih berasaskan perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja dalam KONTAN Store.