Bahan ritel sales Indonesia mendarat, IHSG sesi 1 jatuh 1, 34% simak faktor lain

0
125

Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan nama lain IHSG pada perdagangan hari ini sesi 1 ditutup melemah 1, 34% dalam level 5. 989. Transaksi mencapai Rp 5. 28 triliun dengan volume pembicaraan 10, 23 miliar saham. Asing melakukan aksi jual bersih Rp 37, 01 miliar.

Saham-saham LQ45 yang dijual aneh diantaranya sebagai berikut:
1. ASII Rp 52 miliar
2. BBCA Rp 44 miliar
3. BBTN Rp 42 miliar
4. ACES Rp 19 miliar
5. TKIM Rp 19 miliar
6. PGAS Rp 14 miliar
7. PWON Rp 12 miliar

Membaca Juga: Beserta sejumlah sentimen penggerak IHSG dan proyeksi pekan depan

Adapun semua sektor bergerak memberati laju indeks perdagangan sesi 1 ini meliputi sektor Agriculture (-0. 579%), Finance (-1. 067%), Basic-Ind (-1. 102%), Consumer (-1. 29%), Trade (-1. 303%), Manufactur (-1. 368%), Infrastructure (-1. 391%), Mining (-1. 998%), Misc-Ind (-2. 297%), Property (-2. 595%).

Analis Erdikha Elit Sekuritas, Regina Fawziah menjelaskan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG baik dari domestik maupun eksternal.
Pertama lantaran domestik pada minggu awut-awutan ada data ekonomi Nusantara yakni rilis data IKK dan Cadangan Devisa (Cadev) selama bulan Maret. Yang mana IKK mengalami kenaikan sebab sebelumnya 85, 8 menjelma 93, 4.

“Meskipun jika kita tahu dari acuan IKK Indonesia, angka tersebut masih dalam bawah 100 atau dengan berarti masyarakat masih belum sepenuhnya optimistis dengan pertumbuhan ekonomi yang ada selama enam bulan ke ajaran, ” kata Regina dalam riset.

Tatkala cadangan devisa Indonesia menemui penurunan dari sebelumnya US$ 138, 8 juta kini menjadi US$ 137, satu juta. Penurunan tersebut berlaku karena adanya pembayaran utang pemerintah yang jatuh waktu.

Kemudian sebab sentimen eksternal yang mempengaruhi IHSG dan bursa global yakni adanya pernyataan the fed mengenai kebijakan moneter. The Fed dalam periode dekat tidak akan ada kebijakan moneter yang dilakukan.

Baca Juga: IHSG anjlok 1, 34% ke 5. 989 di sesi I hari itu, asing lepas ASII, BBCA dan BBRI

Lalu, selanjutnya stimulus pemerintah untuk pembangunan infrastruktur senilai US$ 2 triliun juga masih menjadi menjawab para pelaku pasar. Dimana dari stimulus tersebut para-para pelaku pasar memperhatikan dengan jalan apa breakdown dari stimulus itu dan dampaknya sektor atau komoditas apa saja.

“Menurut kami adanya stimulus tersebut nantinya makna komoditas seperti nikel, baja, dan minyak mentah akan terpengaruhi, serta dari substansi safe haven komoditas bagaikan emas juga terpengaruhi namun berkorelasi negatif, atau merasai penurunan nantinya, ” nyata Regina.

Pekan ini, pelaku pasar patuh Regina akan dipengaruhi bahan ekonomi mengenai penjualan ritel Indonesia yang melemah dipadankan sebelumnya -16. 4% dalam bulan Januari menjadi -18. 1%. Pelemahan ini berlaku sudah 15 bulan berturut-turt sejak awal tahun 2020.

Penyebab turunnya angka penjualan ritel itu juga tak lepas daripada adanya dampak penyebaran virus Covid-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh negeri didunia. Hal ini menghasilkan masyarakat cenderung menahan bayaran sehingga penjualan ritel menikmati penurunan.

Kemerosotan penjualan tertinggi terjadi di alat informasi dan komunikasi yakni sebesar -39. 7% dari sebelumnya 38. 8% pada Januari, lalu makanan, minuman dan tembakau selalu menurun -9. 8% dibandingkan sebelumnya -7. 0%.

Belanja bahan bakar juga turun dari sebelumnya -17. 6% menjadi 17. 1%, peralatan rumah tangga -27. 4% dari sebelumnya -25. 8%. Terakhir tersedia barang budaya dan tamasya yang mengalami penurunan sejumlah 61% dari sebelumnya -53%. Ppenurunan barang budaya & rekreasi ini menjadi penurunan terbesar kedua setelah fakta dan komunikasi. Secara bulanan angka penjualan ritel mengalami penurunan 2. 7%.

Minggu ini, taat Regina, juga akan tersedia rilis data mengenai neraca perdagangan, ekspor dan memasukkan selama bulan Maret dengan akan rilis hari Kamis.

Neraca Perdagangan Indonesia menurut konsensus Trading Economics akan turun menjelma US$ 1, 5 miliar dari sebelumnya US$ dua, 01 miliar. Sedangkan dari ekternal seperti China bakal rilis data mengenai penimbang perdagangan, ekspor dan impornya.

Baca Juga: Net sell asing sampai Rp 61 miliar, IHSG terseok ke 6. 040 pada perdagangan pagi ini

Morat-marit dari Euro Area mau rilis data penjualan ritelnya selama Februari, kemudian dibanding Amerika Serikat akan terbit data inflasi secara YoY dan MoM nya semasa bulan Maret serta tingkat inflasi intinya juga (core inflation rate). Dimana nilai inflasi Amerika Serikat diperkirakaan mengalami kenaikan dari sebelumnya.

Dimana terjadi kenaikan pada angka inflasi yang ada, hal tersebut akan mendorong yield obligasi US tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan, karena korelasi pergerakan antara yield obligasi dengan inflasi yakni positif atau bergerak sejalan.

Selain nilai inflasi, dari US serupa akan rilis data menerjang penjualan ritel dan data Manufacturing Productions secara YoY dan MoM pada bulan Maret.

DERMA, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda mau menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berisi dan bermanfaat.

Jadi ungkapan terimakasih atas menggubris Anda, tersedia voucer percuma senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.