Aliansi AS-Korsel menduga Korea Mengadukan siap luncurkan kapal menghunjam baru

0
121

Sumber: Yonhap, Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN. CO. ID – SEOUL. Aliansi Amerika Serikat (AS) & Korea Selatan baru-baru ini melahirkan, Korea Utara tidak lama lagi akan memperkenalkan bagian kapal selam baru secara bobot 3. 000 ton.

Melansir Yonhap , pada Minggu (11/4), otoritas intelijen kedua negara yakin peluncuran pesawat selam baru tersebut letak menunggu waktu yang pas. Artinya, pembangunan sudah lengkap.

Penilaian tersebut muncul sesudah sebuah lembaga think tank AS mengatakan, Korea Utara telah memindahkan tongkang uji rudal submersible di tempat uji misilnya ke status yang berbeda.

Pemindahan itu diduga terpaut dengan rencana uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) yang akan datang.

“Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS mewujudkan penilaian bahwa Korea Memajukan telah selesai membangun pesawat selam seberat 3. 000 ton yang diungkap di Juli 2019, ” ungkap sumber tersebut, seperti dikutip Yonhap.

Baca Juga: Pentagon tegaskan pentingnya pelajaran militer untuk meindungi Semenanjung Korea

Pihak berwenang dari koalisi ini menilai, Korea Mengadukan sedang meninjau waktu yang tepat untuk meluncurkan pesawat selam agar bisa memberi efek yang strategis, termasuk memberi tekanan terhadap AS.

Sumber itu menambahkan, dalam upacara perkenalannya nanti, kapal selam perdana juga akan ditemani secara SLBM baru sejenis Pukguksong-3.

Gerak-gerik Korea Utara ini rupanya telah terpantau sejak bulan lulus. Situs pemantau Korea Memajukan asal AS, 38 North , melaporkan, dok kering di galangan kapal Sinpo Utara pada pantai Timur telah diubah posisinya di sepanjang sandaran peluncuran kapal selam.

Situs itu menuturkan, langkah itu bisa menunjukkan kapal selam rudal balistik baru Korea Utara barangkali hampir selesai atau siap untuk diluncurkan dan diluncurkan dalam waktu dekat.

Bukan cuma itu, proyek think tank Beyond Parallel pekan lalu pula mengungkapkan, Korea Utara sudah memindahkan tongkang uji coba rudal submersible di galangan kapal di pantai Timurnya. Laporan tersebut juga disertai dengan citra satelit.