Pengaruh larangan mudik terhadap konsumsi rumah tangga dan kemajuan ekonomi

0
30

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Badan Pusat Statistik (BPS) tegas menyatakan pembatasan mudik akan memengaruhi konsumsi keluarga dan tentu hendak memberi dampak pada kemajuan ekonomi domestik.

“Kita lihat, sumbangan penggunaan keluarga ke pertumbuhan ekonomi sangat besar. Kemudian periode Lebaran ada peningkatan bagi komposisi komponen tersebut apalagi karena mudik, ” perkataan Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (5/5).

Suhariyanto lalu memerinci, saat ada mudik, oleh sebab itu akan ada peningkatan penggunaan khususnya untuk makanan dan minuman, membeli pakaian terakhir, juga peningkatan transportasi.

Membaca Juga: Biar dilarang, survei Kemenhub menemukan 18 juta orang nekat mudik tahun ini

Tak cuma itu, bila masyarakat menggunakan jalur darat dan mudik ke tempat yang jauh, tak menutup kemungkinan bakal berhenti di satu tanah air sehingga ada pengeluaran untuk hotel dan restoran.

Sehingga, kalau tersedia larangan mudik akan membatasi pengeluaran terkait transportasi, rekreasi, hotel, dan restoran. Real, bila dijumlahkan share ke-3 pengeluaran tersebut ke penggunaan rumah tangga hampir 25% sendiri.

Akan namun, Suhariyanto mengapresiasi kebijakan itu. Menurutnya, kebijakan yang digulirkan di tengah pandemi dengan masih melanda, adalah kebijaksanaan yang sangat pas & bijak.

Peristiwa ini juga untuk kebaikan di masa depan, masa kasus Covid-19 melandai, tetap roda perekonomian akan mengendap lebih cepat.

DONASI, Dapat Voucer Percuma!

Dukungan Kamu akan menambah semangat ana untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih berasaskan perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja dalam KONTAN Store.